Tolerans Beragama 01

Toleransi antar umat beragama

Dulu mungkin kita selalu berpikir bahwa kenapa sih banyak orang hanya memandang ras, suku, agama dan lain-lain sehingga terjadi pertikaian dimana-dimana hanya karena hal itu, mungkin sampai sekarang pun masih kita berpikir seperti itu. Tapi pernah kah kita berusaha memikirkan cara agar pertikaian itu dapat berakhir, dan semuanya kembali menjadi damai? Tentu saja kadang mungkin kita bingung, bagaimana mungkin saya hanya seorang diri dapat menghentikan pertikaian seperti itu, tentu saja tidak mungkin. Kita pasti akan berpikiran seperti itu, saya pun dulu berpikiran seperti itu.

Tapi setelah saya belajar lebih jauh, saya mengerti bahwa apabila kita mau berbahagia, kita mau mendapatkan kedamaian, kitalah yang harus menciptakan hal itu, mungkin pada awalnya kita tidak mungkin dapat membuat orang lain mengikuti kata-kata kita, itu sudah tentu karena semua orang mempunyai pandangannya masing-masing, dan kita tidak dapat memaksakan pandangan mereka seperti dengan pandangan kita, tapi satu hal yang pasti sama antara pemikiran mereka dengan kita, mereka sama-sama juga menginginkan kedamaian dan kebahagiaan. Itu sudah pasti! Tidak ada di dunia ini mahluk yang tidak menginginkan hal itu.

Hal yang utama musti kita lakukan adalah kita dulu lah yang berubah, berubah menjadi lebih baik, apabila kita tidak ingin orang lain membeda-bedakan, seperti SARA dan sebagainya, maka kita pun harus tidak berpikiran seperti itu, tapi kita harus mengembangkan pikiran yang positif dengan menganggap semua adalah bagian dari diri kita, kita bisa bersama dengan mereka apabila kita mau menciptakan kondisi itu, saling tolong menolong, demi kebaikan bersama, tanpa berpikir lagi mereka orang lain dan mereka berbeda dengan kita. Kita tidak boleh berpikir seperti itu, apabila kita menginginkan kedamaian terjadi di antara kita, kita harus bisa bercampur menjadi satu dengan mereka, apabila mereka susah kita pun harus menolong mereka, dan nanti mereka pun akan sebaliknya dengan kita. Itulah yang harus kita lakukan pada awalnya agar tercipta kebersamaan di antara kita, ada pepatah yang berbunyi “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Maka dari itu kita harus mau mengenal orang lain, agar kita lebih mengetahui mereka dan agar mereka pun mengetahui kita, bahwa kita menginginkan kebersamaan di antara kita. Karena TOLERANSI itu sangat penting, tanpa toleransi, maka kedamaian tidak akan pernah ada.

Sekarang saya ingin sedikit bercerita, beberapa bulan yang lalu Vihara tempat kami kedatangan saudara-saudara dari daerah tanjung priuk yang datang di ajak oleh salah satu teman kami, mereka datang dan berbicara dengan ketua pengurus VKM mengenai rencana mereka untuk mengadakan pengajaran untuk anak-anak yang kurang mampu, tetapi mereka mempunyai kendala karena tidak memiliki tempat, dan kekurangan dana operasionalnya. Tetapi mereka mempunyai para pemuda yang bersedia untuk mengajar secara sukarela, dan akhirnya ketua kami bersama teman-teman yang lain pun membantu dalam bentuk dana, buku-buku, alat-alat tulis, dan sebagainya kepada mereka, dan mereka pun menyewa sebuah rumah yang sederhana, untuk di jadikan tempat pengajaran sementara, karena mereka sudah mempunyai niat yang kuat untuk melakukan hal itu, karena mereka yakin apabila jalannya baik, Tuhan pasti membantu mereka. 2 bulan yang lalu mereka mendapatkan kendala karena tidak mampu lagi membayar kontrakan, akhirnya mereka keluar dari rumah itu, dan kemudian mulai melanjutkan pengajaran di rumah salah satu pengurusnya, tetapi karena skala rumahnya tidak besar, jadi pengajaran pun di bagi pada pagi dan malam, agar dapat tetap berlangsung. Seminggu kemudian karena mereka mau bersabar tanpa mengenal putus asa, dan apa yang mereka yakini pun akhirnya kesampaian, ada yang menyumbangkan tanah seluas 11 x 5 meter kepada mereka untuk dapat di bangun sebuah tempat pengajaran agar mereka dapat mulai mengajar dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya kontrak yang memang memberatkan mereka. Jumlah anak-anak yang di ajar di Baitul Ilmi sebanyak 130 anak, dan semua adalah anak-anak yang kurang mampu yang kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan tempat pengajaran mereka, dan kami pun umat dari Vihara Kalyana Mitta sudah datang mengunjungi mereka, karena mereka selalu berharap kami bisa datang, agar anak-anak didik mereka tau bahwa yang selama ini membantu mereka adalah kami semua, yang mungkin bukan satu ras dengan mereka, bukan satu agama dengan mereka, tapi tetap mau membantu, itulah yang ingin para pengurus dari Baitul Ilmi tunjukkan kepada anak-anak didiknya, dan juga kepada warga sekitar. Agar hilanglah kefanatikan, agar mereka tidak menganggap lagi perbedaan karena agama, suku, ras dan sebagainya. Karena walaupun kita berbeda tapi kita tetap mau membantu mereka..(foto-foto kunjungan kami dapat dilihat di http://www.kalyana-mitta.com/galeri/foto/?album=5&gallery=6)

Inilah sedikit cerita mengenai praktek langsung, agar terciptanya toleransi antar umat beragama, supaya terciptanya perdamaian di antara kita. Yang sudah lalu biarkan berlalu, kita tidak perlu mengingat apa yang pernah terjadi di antara pertikaian umat-umat beragama, antar suku pada masa yang lalu, karena yang sudah berlalu takkan pernah dapat kembali lagi, yang penting adalah masa sekarang, karena dengan kita mau membuat perubahan pada masa sekarang, maka masa depan pun akan menjadi lebih baik.

 

Semoga Semua Makhluk Berbahagia

 

Sumber : Dharmaphala VKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*