Ketua Pengurus

Bapak Lie Jan Tjong atau biasa dipanggil dengan sebutan Romo Bodhiyanto/Romo Aji lahir pada tanggal 18 Maret 1961, sejak kecil Beliau adalah seorang Buddhist dan sangat aktif sejak masih berada di sekolah dasar. Dulu pada jaman Beliau masih kecil tidaklah di kenal aliran Buddha atau sekte-sekte seperti sekarang yang sudah banyak, dahulu Cuma ada Tridharma atau biasa di sebut Sam-Kauw, yang memiliki tiga simbol penghormatan yaitu Buddha Sakyamuni, Nabi Lo cu dan Nabi Khong hu cu, atau biasa disebut Tri Nabi Agung. Pada jaman dahulu Beliau bercerita kepada saya bahwa belum ada bimbingan Dhamma seperti sekarang, mereka biasa hanya menjalankan puja bakti seperti biasa, nyanyi-nyanyi, kecuali pada hari raya tertentu, baru hadir seorang Bhikkhu, yang saya ingat yaitu Bhante Win. Pada tahun 1976 ketika Beliau masih SMP, barulah Beliau mulai mendapatkan pelajaran agama Buddha di sekolah dari seorang Pandita yaitu Pandita Lilanando.

Barulah sejak saat itu Beliau mengenal riwayat Sang Buddha Gotama. Pada tahun 1984 beliau di wisudhi menjadi Upasaka oleh YM.Bhante Win dan diberi nama Kusalayano. Pada masa itu beliau aktif di Cetiya Arya Dipa di daerah Jelambar. Cetiya tersebut terletak di dalam sekolah Amitayus, milik Pandita Lilanando. Sekitar antara tahun 1986 – 1988 jabatan ketua cetiya di pegang oleh Sdr.Gunawan sekarang dikenal dengan sebutan Romo Gunawan. Dengan alasan perluasan gedung sekolah, cetiya arya dipa dipindahkan di daerah Gg.Timbul Jelambar Aladin. Pada tahun 1988 – 1990 beliau dipilih menjadi Ketua dari Cetiya Arya Dipa.

Pada tahun 1990 karena alasan pekerjaan, Beliau diangkat menjadi supervisor perusahaan kosmetik dan dikirim bertugas di bali sebagai kepala cabang. Sejak saat itu Beliau tidak aktif lagi dalam kegiatan keagamaan baik di Vihara atau Cetiya. Baru pada tahun akhir tahun 1991, Beliau kembali ke Jakarta lagi dan di wisudhi kembali bersama dengan tiga temannya oleh YM.Bhikkhu Sri Subalaratano di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya dan diberi nama Bodhiyanto. Pada waktu yang sama beliau juga kembali ke bali untuk bekerja disana hingga tahun 1994, Beliau pun menikah dengan orang bali yang bernama Ni Wayan Budiasih pada bulan November 1994 dengan menggunakan adat bali. Setelah menikah di bali, beliau kembali ke Jakarta dan melakukan pemberkatan lagi secara buddhis di Vihara Buddha Metta Arama dengan Romo Tedja Rasyid.

Pada bulan Maret 1995 beliau dikaruniai seorang anak perempuan. Karena kesibukan rumah tangga dan pekerjaan sebagai kepala gudang beras di pasar induk cipinang, maka kegiatan keagamaan Beliau tinggalkan sampai sekitar tahun 2000. Dari tahun 2001 – 2005 pekerjaan Beliau tidak menentu, kadang ada perkerjaan, kadang menganggur. Beliau pernah kembali ke bali untuk mencoba usaha menjual rental video, tetapi hanya beberapa bulan, lalu kembali ke Jakarta lagi. Sampai akhirnya pada tahun 2005 diberikan tempat untuk dijadikan Vihara, yang sekarang bernama Vihara Kalyana Mitta.

Pada saat menjadi ketua dari Vihara Kalyana Mitta barulah Beliau bisa kembali aktif dengan kegiatan keagamaan dan atas inisiatif dari seorang teman yang bernama Ibu Chrisnawaty yg meminta beliau untuk bergabung dengan organisasi tempat dia juga mengabdi sebagai seorang Dhammaduta, maka akhirnya pada tahun 2007 Beliau mengikuti kembali kursus Pandita yang di selenggarakan oleh MAGABUDHI dan menjadi seorang Upacarika, setelah 4 tahun barulah pada tahun 2011 tepatnya bulan desember, beliau diangkat menjadi seorang Pandita Muda, acara pelantikannya dilakukan di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya.

Sebenarnya pada tahun 1987 sekitar bulan Agustus, Beliau sudah pernah mengikuti kursus Dhammaduta di Akademi Buddhis Nalanda yg beralamat di Jl,Kramat Raya Jakarta Pusat bersama kedua orang temannya yang bernama Romo Gunawan dan Romo Eddy. Yang menyelenggarakan kursus itu adalah organisasi yang bernama MAPANBUDHI (Majelis Pandita Buddha Dhamma Indonesia) yang di ketuai oleh Romo Herman S. Endro yang sekarang sudah menjadi seorang Bhikkhu yang bernama YM.Bhante Jayamedho. Dan juga beliau sudah mulai berceramah ke Vihara-vihara dimulai dari tahun 1987.

Selain sebagai Pengurus dari Vihara Kalyana Mitta, Romo Aji juga adalah seorang Herbalis dan juga salah seorang Pengurus MAGABUDHI cabang Jakarta Barat sebagai Dewan Pleno. Pada saat ini Beliau juga adalah seorang penulis buku dan  sudah 4 buku yang beliau keluarkan sampai sekarang.

Visi dan Misi beliau adalah membabarkan Dhamma Ajaran Sang Buddha sebagai seorang Dhammaduta dan berharap semua umat Buddha mau belajar serta mempraktekkan Dhamma dengan baik dan benar karena masih banyak umat Buddha yang hanya menjalankan Tradisi keagamaannya saja atau ritualnya saja, tapi tidak mengetahui mengenai Dhamma Ajaran Sang Buddha yang sebenarnya.

Akhir kata semoga Vihara Kalyana Mitta akan terus maju dan berkembang terus dalam membina moral umat-umat dari Vihara Kalyana Mitta pada khususnya, dan juga umat-umat Buddha yang lain pada umumnya.

Semoga Semua semakin maju di dalam mempraktekkan Ajaran Sang Buddha.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.

 

 

Regrads,
Aliang Gouw