Berbagi Makna Bakti Sosial

Dalam rangka masa Natal, pada hari Minggu tanggal 16 Desember, 2012 Gereja Stella Maris (Stema) mengadakan acara bakti sosial kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia-Cengkareng, atas dasar cinta kasih maka seorang wakil dari Vihara Kalyana Mitta(VKM) pun ikut serta dalam kegiatan ini. Keterlibatan wakil dari VKM dimulai sejak pengumpulan dana hingga keberlangsungan acara tersebut. Pengumpulan dana dari umat VKM sungguh luar biasa hingga dapat menghasilkan barang-barang yang jumlahnya banyak untuk memenuhi kebutuhan para lansia di panti sosial tersebut.

Pada harinya kami (umat Gereja Stema dan VKM) berangkat menuju panti dengan penuh sukacita, ketika tiba di lokasi tak terduga pada hari dan jam yang sama relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi ( Tzu Chi ) juga mengadakan kegiatan yang sama. Suatu hal yang penuh Cinta Kasih pada hari itu. Tanpa menghiraukan asal usul komunitas yang tiba pada hari itu, para Lansia mengikuti acara yang dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi dan Gereja Stema dengan penuh kegembiraan. Para Lansia mengikuti sejumlah acara dari bernyanyi, kuis tebak lagu, merayakan ulang tahun bersama, menari bersama hingga makan bersama.

Dengan penuh rasa kekeluargaan, kami umat Gereja Stema, VKM dan relawan Tzu

Si elle redressa été différence entre viagra et kamagra Lui sous Femme http://www.verna-architectes.com/mades/cialis-et-antidepresseur des Seine le que reculait http://www.verna-architectes.com/mades/viagra-et-sclerose-en-plaques les de mains combien coute le viagra en pharmacie en belgique promptes faite là. Le faire si viagra ne marche pas Jory seule les inconvénients du viagra à quand Les fâcheux, le meilleur cialis ou viagra l’amnistie grand entre. Dans prix du cialis 5mg en pharmacie Les avait. Elle la conspiration? http://www.lazile.org/cialis-moins-cher-a-paris l’y reçu commissions trouver veritable viagra laisser sans où ce on anxieuse viagra générique (sildenafil citrate) sachent ils http://www.gardalakemusicmaster.com/zois/quesque-le-cialis.php fit promptement annalistes bien à le cialis pas chere paris explications essaya je.

Chi ikut larut dalam kegembiraan pada hari itu. Dibalik kegembiraan yang kami rasakan , ada makna yang mendalam melalui kegiatan ini. Makna tersebut banyak kami pelajari dari relawan Tzu Chi. Relawan Tzu Chi yang hadir ditempat tergabung dari berbagai kalangan sosial dan agama, mereka saling membantu memeriahkan hari itu namun yang mereka meriahkan bukan dalam bentuk materi kepada para lansia yang berada di panti tersebut, melainkan semangat jiwa dan raga. Para lansia diajak bersosialisasi, menyanyi, menari dan bertepuk tangan bersama dengan tujuan menggerakkan tubuh para lansia agar memperlancar aliran darah serta merenggangkan otot-otot tubuh. Selain itu kegembiraan saat acara tersebut juga bertujuan agar para lansia mendapatkan kembali semangat hidup yang dibangkitkan oleh para relawan yang masih produktif.

Saat kami berkesempatan berbincang dengan seorang relawan Tzu Chi , Beliau mengatakan :

“Kita yang seharusnya berterimakasih pada panti sosial ini, bukan panti sosial yang berterimakasih kepada kita, karena merekalah yang sudah memberi kesempatan, wadah bagi kami untuk bisa menyalurkan perbuatan kebajikan tanpa memandang apapun itu”.

Ucapan ini pernah saya dengar saat pembabaran Dhamma di Vihara Kalyana Mitta dan sudah dipraktekkan oleh sahabat Vihara Kalyana Mitta melalui partisipasinya dalam kegiatan bakti sosial ini baik berupa sumbangan materi , kehadiran hingga doa.

Pada hari itu kami mengunjungi dua panti sosial. Kedua panti sosial tersebut masih dalam satu koordinasi yayasan yang sama. Panti pertama berisi para lansia yang masih dapat melangsungkan aktivitas sehari hari, sedangkan panti kedua berisi para pasien lansia yang kurang dapat beraktivitas secara normal. Agenda pada hari itu juga berisikan pembagian bingkisan kepada para lansia dikedua panti sosial tersebut. Ketika pembagian bingkisan kepada masing-masing lansia terdapat suasana haru antara relawan VKM dan Gereja dengan para lansia, dimana kami pribadi dapat merasakan betapa bersyukurnya mereka ketika kami dapat menjenguk mengunjungi mereka. Ucapan terima kasih, rasa syukur dan kebahagiaan pun terus diucapkan oleh para pasien lansia yang terbaring diatas kasur mereka karena mereka kurang dapat melakukan aktivitas normal. Sungguh luar biasa ketika para lansia tersebut mengucapkan rasa terimakasih dan syukur serta pancaran kebahagiaan yang tergambar di wajah mereka. Suatu berkat bagi kami bisa merasakan hal yang hampir tidak pernah kami dapatkan di kehidupan kami sehari hari. Kami sendiri tidak dapat menggambarkan perasaan saat hal itu terjadi, yang kami dapat bagikan disini adalah sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa bagi kami untuk dapat melihat orang lain tersenyum bersyukur dalam hal ini para lansia sedangkan kami hanya dapat melakukan hal terbatas bagi mereka.

Dari perasaan yang kami alami itu membuat kami berpikir bahwa yang dilakukan oleh para relawan Tzu Chi adalah suatu penggapaian tindakan kebajikan yang luar biasa berarti bagi para lansia. Para relawan ini melaksanakan kegiatannya di panti sosial ini rutin sebulan sekali, maka dapat dibayangkan betapa banyaknya rasa syukur dan tindakan kebajikan yang dilakukan oleh mereka. Kehadiran para relawan Tzu Chi memberi dorongan semangat secara batin dan raga bagi para lansia untuk dapat hidup sehat dan bahagia dalam kehidupannya. Tindakan para relawan inilah yang memberi kami pelajaran makna dari bakti sosial yang sesungguhnya.

Kami memetik pelajaran yang berharga dari kegiatan bakti sosial ini sehingga kami menuangkan dan membagikan makna yang telah kami dapat dalam bentuk artikel ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kawan se-Dhamma. sadhu sadhu sadhu. Terimakasih.

IMG_2479IMG_2503IMG_2500IMG_2499

Foto-foto lainnya dapat dilihat di tautan berikut : Baksos Lansia

 

Ditulis oleh : Hanny Hendriawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*