BELAJAR DARI MEMBERSIHKAN GOT

BELAJAR DARI MEMBERSIHKAN GOT

warga membersihkan selokan

Liburan panjang hampir saja berakhir, hampir 2 minggu perkantoran, ataupun sekolah diliburkan pada bulan agustus 2012 ini. Ada sebagian orang yang menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga mereka pulang kekampung halaman, ada juga sebagian orang bersama keluarga mereka menghabiskan liburannya pergi ke tempat-tempat wisata dan menginap beberapa hari di sana, ada juga yang memilih tetap tinggal dirumah dengan sesekali pergi ke mall terdekat, dan banyak lagi. Yang sempat menjadi perhatian saya adalah lingkungan rumah tinggal di mana hampir semua berlibur, para pembantu rumah tangga serta para pekerja di perumahan tempat tinggal saya juga berlibur, maka aktivitas yang rutin biasa dilakukan oleh mereka seakan-akan terhenti. Namun semua kembali kepada penghuni rumah, ada sebagian dari para pemilik rumah yang tidak berpergian memutuskan untuk tetap menempati rumah mereka.

Mereka melakukan pekerjaan  rumah tangga mereka sendiri, termasuk kami yang juga memutuskan tetap tinggal dirumah. Saat semua pekerjaan rumah selesai, kemarin sore saya tergerak bersama suami untuk membersihkan got didepan rumah, yang terlihat oleh kami sejak ditinggal berlibur oleh para pekerja kebersihan agak sedikit tersendat. Sehingga aliran got tidak lancar, yang kami khawatirkan akan banyak nyamuk bertelur disana dan akan mengganggu kesehatan penghuni rumah pada akhirnya. Pada saat kami mulai untuk membersihkan got didepan rumah dan diteruskan ke got rumah sebelah kami yang sudah lama tidak dihuni. Ternyata apa yang kami lakukan sedikit menjadi perhatian orang-orang yang lewat didepan rumah kami. Bagi kami apa yang kami lakukan adalah salah satu bagian dari pekerjaan rumah, tetapi sebaliknya mungkin bagi mereka pekerjaan kami adalah pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh para pekerja yang sudah dibayar perbulannya jadi untuk apa repot-repot membersihkan got  sendiri,  toh sebentar lagi mereka para pekerja akan kembali bekerja. Dari yang kami lakukan tersebut saya mencoba mengamati bahwa dengan melakukan pekerjaan yang terlihat sepele yang biasa dilakukan oleh para pekerja yang dibayar perbulan, ternyata dibutuhkan suatu kesadaran untuk melakukannya sendiri.

Kesadaran untuk melakukan pekerjaan itu adalah dasar saat proses pengerjaannya hingga selesai dilakukan. Pelajaran selanjutnya adalah saat got tersendat, air yang seharusnya mengalir lancar namun karena banyak sekali sampah dedaunan yang jatuh dari pohon-pohon yang banyak tumbuh dan terdapat dipinggir-pinggir got, yang sudah lama tidak dibersihkan, juga banyak sampah-sampah yang sudah lama mengendap didasar got yang mungkin para pekerja tidak membersihkannya hingga ke dasar got. Sampah-sampah yang mengendap itulah yang menjadi salah satu penyebab air got tidak mengalir lancar. Dengan mengetahui hal tersebut saya mengambil satu batang pipa panjang yang sudah tak terpakai lagi untuk mencoba mendongkrak semua sampah-sampah yang didasar got hingga terangkat kepermukaan dan mengambil sampah tersebut dengan membuangnya ketempat sampah. Setelah sampah-sampah terangkat, selanjutnya adalah mengurai lumpur-lumpur yang hampir menjadi keras karena telah lama tidak dialiri air. Setelah mengurai lumpur-lumpur yang mengeras tersebut, maka air got tersebut sedikit demi sedikit mulai mengalir. Dari proses pengerjaan pembersihkan tersebut saya mendapat pelajaran yang dapat diambil, got dapat diibaratkan seperti tubuh kita, banyak sampah-sampah dan kotoran yang hampir setiap saat datang menghampiri dan jika tidak dibersihkan maka sampah atau kotoran tersebut lama kelamaan akan mengendap dan melekat ditubuh. Kotoran atau sampah bagi tubuh kita bisa diibaratkan seperti pikiran negatif yang seringkali hadir, juga hal-hal negatif dari luar yang tanpa kita saring masuk kedalam pikiran dan jika terlalu dalam akan masuk akan masuk alam bawah sadar kita, mengendap dan melekat disana.

Jika got yang tersendat oleh sampah-sampah untuk membersihkannya dibutuhkan alat-alat untuk mengangkat sampah-sampah yang sudah terlalu lama mengendap. Maka untuk tubuh ini yang sudah banyak dilekati oleh pikiran-pikiran negatif yang juga mengendap didalam bawah sadar tentu memerlukan alat juga, caranya adalah dengan meditasi. Dengan meditasi, merilekskan tubuh dan pikiran maka secara langsung kita membiarkan tubuh untuk mudah dibersihkan. Selain meditasi, kita juga perlu banyak melakukan afirmasi atau doa agar pikiran-pikiran yang muncul hanya positif saja. Dengan melakukan hal-hal positif ditambah dengan meditasi, maka semua itu dapat membantu membersihkan tubuh ini yang banyak tersimpan “sampah-sampah” sedikit demi sedikit akan mulai berkurang. Dan jika dilakukan dengan rutin maka tubuh kita akan lebih sehat baik fisik maupun mental (material maupun spiritual).

Kesimpulannya marilah kita mulai hari ini untuk selalu berpikiran positif, melakukan hal-hal positif serta didukung dengan bermeditasi, maka akan membantu membersihkan diri kita dari hal-hal negatif dan membuat tubuh menjadi lebih sehat, bugar, baik fisik maupun mental. (Che Na)

Jika got yang tersendat oleh sampah-sampah untuk membersihkannya dibutuhkan alat-alat untuk mengangkat sampah-sampah yang sudah terlalu lama mengendap. Maka untuk tubuh ini yang sudah banyak dilekati oleh pikiran-pikiran negatif yang juga mengendap didalam bawah sadar tentu memerlukan alat juga, caranya adalah dengan meditasi

Sumber : Dhammacakka, Vol 18 Febuari 2013 No.69

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*