Altar Dewa Dewi

Dalam perenungan Brahmavihara, memang dikatakan bahwa setiap mahluk lahir, berlindung, dan berhubungan dengan karma nya masing-masing. Namun, peran para dewa di alam semesta ini tidak bisa dikesampingkan sebagai pelindung Dhamma, termasuk berbuah nya karma buruk dan karma baik.

Berikut altar Dewa-Dewi di Cetiya Kalyana Mitta


1. Se Mien Fo

Se Mien Fo

Se Mien Fo atau yang biasa kita kenal sebagai Maha Brahma Sahampati merupakan penguasa dari alam Maha Brahma yang merupakan alam tertinggi dari alam Pathana Jhana Bhumi dan merupakan penguasa alam semesta.

Ke-empat arah wajah Se Mien Fo melambangkan empat penjuru mata angin:

  • Arah depan ( metta ) artinya mengasihi seluruh mahluk hidup tanpa memandang perbedaan apapun.
  • Arah kanan ( galula ) artinya memiliki hati yang tergerak untuk menolong penderitaan orang lain dan mahluk.
  • Arah kiri ( mutitia ) artinya ikut berbahagia dengan perbuatan bajik orang lain, tidak iri, dan tulus membantu dan mengajak orang lain bebruat kebajikan.
  • Arah belakang ( ubega ) artinya kita harus mengembangkan ketulusan dan tidak terpaksa dalam membantu mahluk lain, tidak mengharap imbalan, menganggap semua adalah sama, tiada musuh atau kawan yang hendak ditolong saja.

 

2. Chien Chiu Kwan Im

20150730_191107

 

Kwan Im Pho Sat juga dikenal sebagai Bodhisattva Avalokitesvara. Secara absol
ut, pengertian Avalokitesvara Boddhisatva dalam bahasa Sansekerta adalah : Valokita (Kwan) yang bermakna “Melihat ke bawah atau Mendengarkan ke bawah”. Bawah di sini bermakna ke dunia, yang merupakan suatu alam (lokita). Svara (Im) berarti suara. Yang dimaksud adalah suara dari makhluk-makhluk yang menjerit atas penderitaan yang dialaminya. Oleh karena itu Kwan Im Pho Sat  merupakan lambang dari kewelas asihan.

Dalam perwujudan Chien Chiu Kwan Im (Kwan Im Seribu Tangan) melambangkan perwujudan Bodhisattva yang bersedia memberikan perlindungan dan memberikan pertolongan kepada mahluk.

 

3. Tu Ti Kong

20150723_175641

Tu Ti Kong atau Dewa Bumi merupakan salah satu dewa yang telah lama dipuja masyarakat tiongkok. Bagi masyarakat Tiongkok Tu Ti Kong dikenal bertugas menjaga agar kehidupan manusia aman dan bahagia serta membimbing manusia agar selalu berbuat kebaikan. Tu Ti Kong dipercaya sebagai Dewa yang memberikan perlindungan, rejeki, dan keselamatan.

 

4. Lu Ban Gong, Cai Shen Ye, Hok Tek Ceng Sin

20150730_191134

Lu Ban Gong dikenal sebagai Guru Besar Pertukangan di Tiongkok. Pada zaman dulu, Lu Ban Gong memiliki kemampuan pertukangan yang luar biasa dan dipakai membangun banyak tempat. Namun, tetap hidup dalam kesederhanaan tanpa memikirkan kekayaan.

Cai Shen Ye dipercaya sebagai perwujudan dari dewa-dewa rejeki (dewa harta) oleh berbagai kalangan. Dalam kepercayaan Tiongkok, Cai Shen Ye dipercaya memegang peranan dalam menjamin harta dan kekayaan umat manusia.

Hok Tek Ceng Sin secara harafiah namanya berarti “Dewa Bumi Atas Kemakmuran dan Jasa”. Dalam sejarahnya, Beliau dikenal dengan nama Zhang Fu De yang hidup sebagai pejabat perpajakan kerajaan yang selalu bertindak bijaksana dan menolong masyarakat miskin, sehingga masyarakat mencintainya.

 

5. Hian Thian Siang Tee, Han Tan Kong, Thio Thian Su

20150807_193043

Hian Thian Siang Tee dikenal sebagai Dewa Perlindungan atau Dewa Tolak Bala. Pada Zaman dulu, diceritakan Beliau pernah menolong pendiri Dinasti Ming dari kejaran tentara Monggol, sehingga ia selamat kemudian mempersatukan wilayah Tiongkok dan mendirikan Dinasti Ming

Han Tan Kong dipercaya oleh umatnya sebagai Dewa Rejeki. Dalah sejarah nya, Beliau dulu bekerja sebagai pengawal hartawan. Setelah mengalami sebuah pengalaman yang menyentuh hati nya, Beliau meninggalkan keduniawian dan menjadi seorang petapa.

Thio Thian Su dianggap sebagai pendiri dari Dao Jiao / To Kau  (agama Dao / To yang berdasarkan filsafat Taoisme). Keahliannya membuat obat-obatan panjang umur yang diperolehnya dari buku-buku kuno, dan menciptakan berbagai jimat atau kias untuk menolak berbagai macam penyakit dan bala, telah menempatkan Beliau ke kedudukan tinggi sekali di mata para umatnya.

 

6. Kwan Kong, Guan Ping, Jenderal Chu Cong

Kwan Kong

Kwan Kong atau sering disebut Guan Yu, yang berarti paduka Guan, adalah seorang panglima perang kenamaan yang hidup pada zaman San Guo/Sam Kok (221 – 269 Masehi). Kwan Kong dipuja karena kejujuran dan kesetiaan. Dia adalah lambang atau tauladan kesatria sejati yang selalu menempati janji dan setia pada sumpahnya.

Guan Ping atau Kwan Ping merupakan anak angkat dari Guan Yu (yang kita kenal sebagai Kong Co Kwan Kong). Guan Ping diadopsi saat berusia 17 tahun. Beliau kemudian menduduki jabatan militer.

 

7. Ma Co Po, Sun Hong Ni, Cian Li Gan

Ma Co Po

Ma Co Po  atau dikenal juga dengan nama Dewi Ma Zu telah lama dipuja banyak orang sebagai Dewi Pelindung Laut. Dipuja karena dikenal sebagai sosok penolong, pelindung (terutama bagi pelaut dan nelayan pada Tiongkok zaman dulu), dan sangat berbudi luhur.

Sun Hong Ni dan Cian Li Gan merupakan siluman sakti yang menguasai pegunungan Tao Hua Shan yang ditaklukan oleh Ma Co Po. Sun Hong Ni memiliki kemampuan mendengar ribuan kilometer dan Cian Li Gan memiliki kemampuan melihat ribuan kilometer.

 

8. Tai Shang Lao Jun, Erlang Shen, Sun Go Kong

Thai Shang Lao Jun

Maha Dewa Tai Shang Lao Jun adalah Dewa Tertinggi dari semua Dewa Dewi yang ada dalam Agama TAO. Maha Dewa Thay Siang, yang diwujudkan dalam diri Li Er alias Li Dan alias Lao Tse (Lao Zi) atau Lo Kun Ya (Lao Jun Ye) merupakan pendiri Taoisme.

Erlang Shen ditampilkan sebagai seorang pemuda tampan bermata tiga, memakai pakaian keemasan, membawa tombak bermata tiga, diikuti seekor Anjing Langitkadang-kadang ditambah dengan seekor elang. Beliau dianggap sebagai Dewa Pelindung Kota-kota di tepi sungai.

Riwayat Sun Go Kong secara sekilas adalah tinggi badan 1.33 meter, pada umur 320 tahun ia menuju Gunung Hua Guo, menjadi dewa dengan gelar “Qi Tian Da Sheng” pada umur 357 tahun. 180 tahun kemudian, karena suka membangkang, ia dihukum ditimpa di bawah Gunung Wu Sing selama 500 tahun.

 

9. Kanjeng Ratu Kidul

Ibu Ratu

Sosok Kanjeng Ratu Kidul sudah tidak asing di masyarakat Indonesia. Beliau dipercaya sebagai penguasa laut selatan dan berbagai cerita tentang beliau muncul dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Sebagian masyarakat percaya bahwa altar Kanjeng Ratu Kidul di Cetiya Kalyana Mitta merupakan salah satu ‘pintu’ yang menjadi penghubung antara alam manusia dengan alam alus (Cek di sini).

 

10. Panembahan Senopati

Eyang Senopati

Panembahan Senopati adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587 – 1601. Beliau merupakan putra sulung dari Ki Ageng Pamanahan dan masih keturunan raja terakhir Majapahit, Brawijaya. Panembahan Senopati dianggap sebagai tokoh peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram.

 

11. Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi

Nama Siliwangi adalah berasal dari kata “Silih” dan “Wewangi”, artinya sebagai pengganti Prabu Wangi. Prabu Siliwangi (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zaman Pasundan, yang memerintah selama 39 tahun. Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.

 

2 thoughts on “Altar Dewa Dewi

Comments are closed.